Dec 21, 2008

Tips Agar Baterai Ponsel Tahan Lama


Untuk baterai baru, usahakan untuk
me-recharge baterai tersebut terlebih dahulu setidaknya selama 6 jam.
Hal ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan kinerja sel
pada baterai yang baru digunakan.
-Matikan (turn-off) ponsel Anda pada saat me-recharge agar arus listrik pada baterai dapat terisi secara maksimal.
-Jangan terlalu lama me-recharge ponsel. Segera lepaskan charger apabila arus listrik pada ponsel Anda telah penuh untuk menghindari overload.
-Jauhkan ponsel dari benda-benda elektronik (TV, radio tape, kulkas, computer, dan sebagainya) pada saat me-recharge. Gelombang elekromagnetik dari benda elektronik tersebut dapat mengganggu kestabilan proses recharge sehingga arus listrik yang masuk menjadi kurang maksimal.
-Apabila tipe baterai yang Anda gunakan menggunakan sel berbahan dasar Ni-MH (Nickel Metal Hybrid), sebaiknya lakukan recharge pada saat arus listrik dari baterai tersebut benar-banar habis. Sebaliknya jika tipe baterai yang anda gunakan menggunakan sel berbahan dasar Li-ION/Li-PO (Lithium Ion/ Lithium Polymer) maka lakukan recharge saat arus listrik dari baterai masih tersisa, usahakan jangan me-recharge pada saat arus listrik dari baterai benar-benar habis.
-Apabila Anda akan melepaskan baterai dari ponsel, pastikan ponsel benar-benar dalam keadaan turn-off untuk menghindari terjadinya hubungan arus pendek (konslet).
Okay... itu dech tips dariQ...!

Dec 14, 2008

Emotional Spritual Quotient



Sukses tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tapi juga harus dibarengi dengan kecerdasan emosi dan spiritual. Yuli akan menjelaskannya untuk kamu.

Berkembangnya teknologi dan kehidupan urban zaman sekarang mengharuskan manusia untuk memiliki pengetahuan dan high self-awaraness sebagai bekal hidup. Pernah tidak kamu perhatikan orang-orang di sekitar kamu. Ada orang yang bias dibilang gagal dalam bidang akademis tapi berhasil dalam berkarier. Atau, ada juga orang yang sukses dalam bidang bidang akademis tapi gagal dalam kariernya.

Misalnya saja, Andrie Wongso. Motivator yang paling terkenal di Indonesia ini sebenar bisa dibilang gagal dalam bidang akademisnya. Andrie Wongso tidak pernah menamatkan pendidikan Sekolah Dasar (SD). Tapi, siapa sangka orang yang bahkan tidak memiliki ijazah SD ini bisa sukses dalam kariernya. Kemampuan Andrie Wongso dalam memotivasi orang sudah tidak diragukan lagi. Atau, ada pula kasus sebaliknya. Tanpa ingin mengekspos dan menjelek-jelekkan narasumber ini, sebut saja namanya Budi. Budi, lulusan sebuah perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia, harus menjadi seorang supir taksi untuk dapat menafkahi keluarganya. Memang, supir taksi bukan profesi yang buruk. Tapi, mengingat latar belakang pendidikan yang dia miliki, Budi seharusnya bisa memiliki profesi yang lebih baik.

Dua contoh itu menunjukkan kalau kesuksesan hidup seseorang tidak hanya ditentukan oleh latar belakang pendidikan yang mereka miliki. Ada beberapa factor lain yang mempengaruhi sukses tidaknya seseorang.

Setiap manusia memiliki tiga jenis kecerdasan. Ada kecerdasan intelektual atau Intellectual Quotient (IQ), ada kecerdasan emosi atau Emotional Quotient (EQ), dan ada pula kecerdasan spiritual atau Spiritual Quotient (SQ).

IQ dan EQ sudah dikenal umum oleh masyarakat. Bahkan, banyak pula orang banyak pula orang yang berpendapat bahwa kedua jenis kecerdasan inilah yang menjadi factor penentu kesuksesan seseorang.
SQ sangat penting untuk mengajarkan nilai-nilai kebenaran yang mencegah lahirnya Hitler-hitler baru atau firaun-firaun kecil di muka bumi.banyak yang menyangka bahwa makna kehidupan bisa diraih melalui materi. Tapi sebenarnya, makna yang paling tinggi dan paling bernilai, saat manusia merasa bahagia, justru terletak pada aspek spiritualnya.
Ketiga jenis kecerdasan ini harus berintegrasi menjadi satu kesatuan. Hubungan di antara ketiganya bisa diibaratkan seperti sebuah telur ayam. IQ merupakan kulit luar, EQ merupakan putih telur, sedangkan SQ merupakan kuning telur kuning telur dan menjadi inti. Kecerdasan-kecerdasan itu dapat disinergikan melalui Emotional Spiritual Quotien (ESQ). ESQ adalah model mekanisme sistematis untuk me-`manage` ketika dimensi manusia, yaitu body, mind, dan soul.

IQ diukur melalui kecerdasan, EQ diukur melalui interaksi sesame manusia, sedangkan SQ diukur melalui sifat-sifat baik dari Tuhan YME yang dipahami dan diterapkan.
Intinya, jika manusia mengenal diri sendiri secara spiritual, maka ia juga akan mengenal Tuhannya. Pada saat itulah terjadi perubahan energi spiritual, juga perubahan cara pandang dan cara berfikir kita sebagai manusia. Hal ini tentunya akan mempengaruhi ketenangan dan keselarasan hidup manusia.
(keT. gbR: saaT peraYaan gEma RamaDhan 1428 H)

mY heArT

10 AlasaN menCintaimU!
Aku butuh teman untuk melalui
Aku butuh kawan untuk berbagi
Aku butuh bayangan untuk mengikuti
Aku butuh mentari untuk menerangi
Aku butuh air untuk menyirami
Aku butuh pohon untuk meneduhi
Aku butuh pagi setelah gelap hari
Aku butuh tempat untuk kudiami
Aku butuh tersenyum setelah bersedih
Aku butuh hati untuk disayangi
Untuk itulah kuingin kau tetap disini
Hingga kelak kujadikan seorang pendamping

Send Your Message To My EmaiL....

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):