Nov 12, 2008

Kaos Kaki Item Bikin Bau Kaki!!!




Ada yang percaya gak, sama ucapan gue diatas? Gue percaya banget. Secara gue udah riset, kalo kaos kaki item itu bikin kaki loe lebih bau daripada kaos kaki putih! Gue gak tau gimana penyebab logisnya sih, tapi gue udah ngalamin sendiri.Selama ini (dari SD sampe beberapa minggu kemaren) gue selalu pake kaos kaki putih kalo mau ke sekolah. Tapi beberapa minggu yang lalu nyokap gue ngebeliin gue 2 kaos kaki item. Gak semuanya item sih, cuma bagian telapak kakinya doank yang item, dan selebihnya putih. Gue pake kaos kaki yang sama dalam 2 hari. Yang biasanya kaki gue gak bau, tapi setelah pake kaos kaki item itu kok jadi bau? Padahal keadaan di dalem sepatu gue sama kok kaya keadaan saat gue pake kaos kaki putih. Kebetulah kaos kaki item gue yang baru itu lumayan tebel bahannya, dibanding kaos kaki putih gue yang ada yang tebel dan ada yang tipis.Dari situ gue ambil kesimpulan, kalo kaos kaki item adalah salah satu penyebab bau kaki! (Shanti)

Rambut Rontok Berjilbab, Siapa Takut !!!



Bagi wanita, rambut adalah mahkota tubuh. Akan tetapi, bagi wanita berjilbab rambut merupakan salah satu aurat yang harus ditutupi. Kendati demikian, bukan berarti rambut wanita berjilbab tidak dirawat, bahkan justru harus lebih diperhatikan. Jika terlalu sering ditutup rambut akan lembab dan “kepanasan” sehingga bisa menimbulkan kerontokan dan mengundang ketombe.
Sebenarnya kerontokan merupakan proses alamiah bagi rambut. Akan tetapi, jika berlangsung terus-menerus, kerontokan akan mengakibatkan kebotakan. Jika kerontokan rambut berkisar antara 80 hingga 100 helai per hari, ini masih dianggap wajar. Tetapi jika melebihi 100 helai rambut per hari, baru dikatakan tidak normal.
Kerontokan Rambut dan PenyebabnyaBanyak faktor yang menyebabkan kerontokan rambut. Di antaranya pemakaian sampo yang tidak tepat, sering dikuncir, atau langsung mengenakan jilbab segera setelah keramas tanpa mengeringkannya dulu.Selain itu, pemakaian obat-obatan yang salah juga bisa menyebabkan kerontokan, terutama dari jenis obat yang berfungsi mencairkan darah. Penyakit juga dapat mengakibatkan kerontokan rambut di antaranya adalah tifus, penyakit yang timbul akibat terlalu banyak mengonsumsi vitamin A, atau penyakit yang kekurangan berbagai zat penting seperti Zinc (terkadang dijumpai pada vegetarian). Ketegangan atau tekanan jiwa (stres), dan gangguan psikis lainnya juga bisa menjadi sebab terjadinya kerontokan rambut.
Tips Merawat RambutRambut yang sering ditutupi jilbab biasanya mudah berkeringat dan sangat lembab. Terlebih jika wanita berjilbab ini mempunyai aktivitas yang sangat tinggi. Berikut ini tips yang bisa ukhtiy gunakan untuk mencegah kerontokan pada rambut:
1. Keramas secara teratur
2. Rajin menyisir rambut (3 x dalam sehari). Dengan menyisir rambut sama halnya dengan melakukan pemijitan kulit kepala, yang berarti dapat membantu kelancaran peredaran darah.
3. Gunakan sisir plastik yang bergigi jarang.
4. Hindari menarik garis belahan rambut hanya pada 1 sisi, karena kerontokan bisa berawal di garis belahan rambut.
5. Hindari mengikat rambut dengan ikatan yang kencang, apalagi dengan menggunakan karet gelang. Hal ini akan mengakibatkan trauma bagi rambut. Gunakan ikat rambut yang berlapis kain untuk mengikat rambut.
6. Jangan biarkan rambut terikat terus.
7. Hindari memakai kerudung/jilbab saat rambut dalam keadaan basah. Karena akan mempertinggi kadar kelembaban rambut yang menyebabkan rambut menjadi rontok.
8. Sampo yang digunakan pun harus sesuai dengan kondisi rambut berjilbab. Sebaiknya memakai sampo yang banyak mengandung sari lidah buaya. Tanaman itu berkhasiat memperbaiki pertumbuhan rambut dan mengurangi kerontokan. Bisa pula memakai sampo kelapa hijau dan yang berasal dari sari akar wortel.
Wallahu a’lam bishowab.
(My friend, Ummu Salawiah)

Oct 26, 2008

Waspada Kenalan Lewat Telepon



Banyak Remaja Sekarang Pakai Identitas Palsu

Setiap makhluk hidup punya keahlian masing-masing buat melindungi diri dari makhluk asing. Bisaanya nih, mereka bakal menyembunyikan diri. Untuk teknik yang dipakai, ada yang kamuflase atau penyamaran ahli tingkat tinggi. Ternyata, hal tersebut, nggak hanya dilakukan oleh hewan semacam bunglon. Melainkan juga orang-orang di sekitar kita. Hiyy…
Tunggu dulu. Jangan dulu berpikir yang bukan-bukan. Mereka nggak bakal berubah jadi bunglon, kok. Cuma, mereka mengadaptasi cara hewan yang satu itu. Anehnya, cara tersebut dipakai bukan untuk mempertahankan diri, melainkan berkenalan. Wah, kenalan aja pakai cara bunglon. Malu, yah! Masa malu, dong! He,,, he,,, he,,,…
Coba aja tanya kepada beberapa responden Aku ini. Mereka pernah berkenalan memakai identitas palsu. Mayoritas memalsukan identitas saat berkenalan secara nggak langsung. Paling banyak dari remaja sekarang, mayoritas berkenalan lewat telepon (ponsel), dan ada pula yang kenalan lewat internet seperti, chatting atau Yahoo Messenger (YM).
Pengakuan pertama muncul dari Fitri Yuningsih, Mahasiswi UNTAD Palu. Remaja yang akrab dipanggil Fiyu ini, sering banget dapat kenalan lewat ponsel. Ceritanya, Ia dan teman ceweknya pernah kenalan dengan seorang cowok, yang identitasnya palsu. “Sering banget aku dapat kenalan lewat ponselku, tapi selalau memakai nama samaran. Tapi, lama-kelamaan nama aslinya ketahuan juga. Eh… ga taunya kenalan bisa jadi teman akrab, bahkan aku pernah jadian hanya via ponsel dan SMS-SMS-an aja,” curhat Fiyu kepada Aku.
Lain halnya dengan cowok yang bernama Aan Fahmi, cowok yang besar di Palu dan berasal dari Makassar ini, lebih suka pura-pura berkenalan dengan teman-temannya sendiri, padahal Ia hanya suka iseng dan mengerjai temennya aja. “Asyik aja, dari pada kenalan ama orang yang tejo (te` jolas), lebih baik isengin temen-temenku aja. Supaya sukses isengin mereka, bisaanya aku pake nama palsu dan beli no. ponsel baru. He,,, he,,,….” celoteh Aan yang sedang aktif kuliah di UNHAS Makassar, melalui ponsel kepada Aku.
“Soalnya, dia kan belum jelas siapa? Ketemu aja belum pernah, kok. Jelas aku pakai nama lain buat jaga-jaga. Siapa tahu orang tersebut ternyata nggak bener atau gimana. Aku harus hati-hati, kan?” ujar cewek yang dipanggil Elva. Betul juga kata Mahasiswi UNTAD Palu ini, kita harus hati-hati, karena waspada itu lebih baik. Tapi ingat, jangan langsung berprasangka buruk dengan orang lain. Karena hal itu tentu saja tidak baik!
Apalagi, yang mengajak berkenalan adalah cowok. Elva serta merta menceploskan nama palsu. Mungkin saking waspadanya, maka si Elva ini sampai-sampai nekad berbohong. Terutama, dia melakukannya kalau ada telepon nyasar, terus ngajak kenalan. “Soalnya, kita kan nggak pernah tahu di seberang sana kita lagi telepon sama siapa. Bisa aja khan, dia juga pakai identitas palsu,” jelasnya masuk akal juga.
Rendi pun sama. Pelajar SMAN 5 Palu tersebut juga pernah memalsukan identitas saat kenalan. Itu dilakukan oleh Ray –nama panggilannya- saat chatting. “Kalau kenalan langsung, face to face, aku pasti pakai identitas asli, kok. Beda kalau nggak langsung, seperti saat chatting. Kita mau bohong, dia nggal bakal tahu, kan?” dalihnya.
Wah, berarti emang bener, tuh. Berkenalan nggak langsung dengan lawan jenis berpotensi dibohongi. Terutama, masalah identitas. Ck ck ck… kudu` hati-hati dong, ya,…
Serupa tapi tak sama, ada Wahyudi SMAN 1 Palu Penggemar sepak bola itu juga pakai identitas palsu. Bedanya, Elva dan Rendi menggunakannya buat melindungi diri (baca: identitas), sedangkan Wahyudi melakukannya untuk iseng seperti Aan. “Supaya para cewek terkesan, aku pakai nama, umur, dan alamat palsu. Kan kenalannya lewat telepon, tuh. Jadi aman, nggak bakal ketahuan. Lagi pula, cuma buat iseng doang. Kalau dia mau diajak ketemuan, ya syukur. Kalau nggak, ya nggak apa-apa, he,,, he,,,” selorohnya (Yuli_Supel/Foto: diperagakan oleh Sariyani).

Send Your Message To My EmaiL....

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):